Berita dan Informasi

LDK OSIM MAN 1 kota Pekalongan-Paninggaran

LDK OSIM MAN 1 Kota Pekalongan

“Mendidik Siswa Berkarakter Islami dan Berwawasan Lingkungan”

Kandangserang. OSIM MAN 1 Kota Pekalongan menyelenggarakan LDK (Latihan Dasar kepemimpinan). Tujuan utama diadakan LDK adalah sebagai sarana pelatihan yang memberikan manfaat baik dari segi pengetahuan keorganisasian maupun pengembangan diri. Diharapkan beragam materi yang diberikan dapat membentuk para anggota OSIM menjadi insan yang bertanggung jawab dan amanah dalam mengemban tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 23-25 September 2022 bertempat di Kandangserang dan Paninggaran (26/9).

Tema kegiatan LDK tahun ini adalah “Mendidik Siswa Berkarakter Islami dan Berwawasan Lingkungan” . tema tersebut dituangkan dalam beberapa materi terstruktur maupun materi pembiasaan. Sebagai generasi muda tentu ada harapan besar dipundak mereka. Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku  dalam masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan mengarah pada pembentukan karakter islami. Pendidikan karakter adalah sesuatu yang baik. Dalam Islam, karakter identik dengan akhlaq, yaitu kecenderungan jiwa untuk bersikap/ bertindak secara otomatis. Akhlaq yang sesuai dengan ajaran Islam disebut dengan akhlaqul karimah atau akhlaq mulia yang dapat diperoleh melalui dua jalan. Pertama, bawaan lahir, sebagai karunia dari Allah. Contohnya adalah akhlaq para Nabi. Kedua, hasil usaha melalui pendidikan dan penggemblengan jiwa.

Enam prinsip pendidikan akhlaq, yaitu: Menjadikan Allah Sebagai Tujuan, Memperhatikan Perkembangan Akal Rasional, Memperhatikan Perkembangan Kecerdasan Emosi, Praktik Melalui Keteladanan dan Pembiasaan, dan Menempatkan Nilai Sesuai Prioritas. Enam prinsip tersebut digambarkan dalam kegiatan yang dioleh secara baik.

Bagian penting dari pola pendidikan pada kegatan ini adalah mendidik siswa menjadi pemimpin yang berwawasan lingkungan. Isu besar kekinian adalah menyoal eksistensi lingkungan sebagai objek eksploitasi manusia secara besar-besaran dan brutal. Green leadership adalah kemampuan dari seorang individu pemimpin dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan dan dapat memengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasi untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut. Kualitas lingkungan akan menentukan masa depan, karena akan berdampak terhadap kualitas hidup manusia, seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan lainnya. Selain itu, pengetahuan yang dimiliki, teknologi, perilaku serta komitmen juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan dan kualitas interaksi dengan lingkungan, di mana generasi muda saat ini sebagai penentu. Sebagai negara yang sedang menikmati bonus demografi, Indonesia kini memiliki jumlah anak muda potensial penggerak perubahan yang sangat banyak.

Berdasarkan statistik, dari 270 juta penduduk Indonesia, sekitar 25,87 persen adalah generasi milenial (usia sekarang 24–39 tahun) dan 27,94 persen adalah generasi Z (usia 8–23 tahun). Potensi yang mereka miliki berupa idealisme, mobilitas tinggi, dan dinamis, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, inovatif dan kreatif, serta keberanian dan keterbukaan dapat dimaksimalkan untuk menjadi penggerak pelestarian sumber daya alam dan lingkungan Indonesia ke depan. Harapan besar siswa dapat menyerap apa yang sudah mereka peroleh dari kegiatan tersebut dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Giyarto, S.Pd)

 

Beberapa foto keceriaan kegiatan LDK OSIM MAN 1 Kota Pekalongan.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *